-PART 1-
Laila tiba-tiba terdiam. Laila baru ingat bila ia lupa menalikan tali sepatunya. Laila pun menailkan tali sepatunya. Setelah menalikan tali sepatunya, Laila bergegas menyusul Lala. Laila mencari sampai ke kompleks sebelah kompleks rumahnya. Laila juga mencari Lala sampai... ujung dunia! Eh, bukan... Ujung kompleks rumahnya. Ketika Laila berlari menuju taman Kompleks, ditemukanlah Lala. Lala sedang duduk bersama kucing yang tidak dikenal. Kucing lain tersebut memiliki bulu berwarna putih.
Karena habis lari, Laila duduk disebelah Lala. Laila istirahat 15 menit karena kecapean. Laila telah membujuk Lala untuk pulang. Tapi Lala hanya diam dan mengabaikan Laila yang sudah memelas. Lala mengeong-ngeong dan mendekati kucing yang tadi duduk bersamanya. Otak Laila mulai berpikir. Laila punya sebuah ide. Ia langsung membawa Lala dan kucing yang tidak dikenal ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, Laila meletakan Lala dan kucing lain tersebut di taman. Kemudian Laila menyuruh Ibunya untuk pergi ke taman. Sesampainya ditaman, Ibunya Laila mengerutkan kening. Ibunya Laila bertanya "Laila, mengapa ada kucing berwarna putih? Bukannya kucing kita hanya Lala?". Laila pun menjawab "Ehm... Bu, boleh gak Laila melihara 1 kucing lagi... Lala juga kan gak ada temen buat main bu... Kasihan kan Lala sendirian...". Ibunya menjawab "Laila, kan Lala punya kamu... Ngapain juga ngurus 2 kucing sekaligus? Ngurus Lala aja udah repot... Apalagi 2 kucing... Kalo Ibu mah boleh-boleh aja kalo kamu sanggup ngurus".
Laila menjawab "Sanggup bu... Laila kan pasti bisa, Laila gitu lhooo! Anaknya Ibu... hehehe". Ibunya tersenyum sambil geleng-geleng kepala dengan kelakuan anak semata wayangnya. Ibunya Laila membolehkan. Laila meloncat kegirangan. Kucing yang tadi bersama Lala dinamakan Lili. Lala dan Lili sangat kompak dalam segala hal. Mereka sama-sama menyukai mandi, makan, main, dan dielus-elus kepalanya.
Ketika Lili membutuhkan bantuan, Lala pasti akan membantunya. Sedanngkan ketika Lala membutuhkan bantuan, Lili pasti membantunya. Setiap hari minggu, Laila selalu mengajak Lala dan Lili pergi CFD. Di CFD, Laila suka membeli perhiasan untuk kucing. Lala dan Lili pun terlihat nyaman dan sangat cocok ketika menggunakan perhiasan. Laila semakin sayang kepada kedua kucingnya. Laila tidak rela bila salah satu diantara mereka ada yang pergi.
Suatu hari, Laila dan kucing-kucingnya sedang berada di taman rumahnya Laila. Laila menulis diary. Lala memakan buah-buahan. Buah yang dimakan Lala adalah apel dan jus anggur. Ketika jus anggur Lala dan apel yang dimakan Lala sudah habis, Lala mengeong-ngeong dihadapan Laila. Laila tetap fokus menulis diary tanpa menghiraukan Lala yang mengeong-ngeong. Tiba-tiba, Lala pergi ke gerbang.
Saat itu, gerbang sedang terbuka lebar. Dengan cepat, Lala berlari keluar rumah. Laila yang melihat kejadian itu hanya diam tidak bergerak seperti es batu. Laila pikir, Lala hanya ingin jalan-jalan tanpa diganggu atau Lala pasti mencari kucing lain untuk diurus oleh Laila. Namun Lala tak kunjung datang. Laila sedikit gelisah. Lili tiba-tiba mengeong-ngeong. Laila memberi makan, Lili menolak. Laila memberi minum, Lili menolak. "Sebenernya kamu mau apasih Li? Makanan ditolak. Minuman ditolak. Mau apasih Lili?" ujar Laila.
Lili langsung saja pergi ke gerbang. Laila kaget karena ternnyata Lili ingin menyusul Lala. Pikiran-pikiran negatif mulai menghantui. Laila langsung berlari menyusul Lala dan Lili. Sekarang, Lili sudah tersusul oleh Laila. Ketika Lili berhenti, Laila ikut berhenti. Laila terkesiap!. Ia sekarang sedang melihat...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apa yang Laila lihat ? Apakah ada hubungannya dengan Lala ? Apakah Lili dan Lala baik-baik saja ?
Temukan jawabannya di part selanjutnya...
Komentar
Posting Komentar