-Prolog-
Karena masih libur sekolah, Laila dan Ibunya pergi ke Bandung. Di Bandung, Laila akan pergi ke Mall. Ketika di Mall, Laila melihat ada Pet shop. Laila tertarik untuk pergi ke Pet shop tersebut. Laila pun melangkahkan kakinya menuju Pet shop. Sesampainya di Pet shop, Laila melihat ada seekor kucing. Kucing tersebut berwarna putih keabu-abuan.
Laila ingin memiliki kucing tersebut, ia pun bertanya kepada ibunya "Bu, boleh gak Laila punya kucing? Kucing yang ini buuu...". Ibunya pun menjawab "Hmmm... Boleh asalkan kamu menjaganya dengan baik, memberi makan, memberi minum, dan lain-lain. Kamu yakin mau merawat kucing?". Laila pun menjawab "Iya bu... Laila janji bakal rawat dia, ngasih makan, minum, dan ngejaga dia. Beli ya bu...". Ibunya pun membelikan kucing tersebut untuk Laila.
Ketika Laila dan Ibunya sudah sampai di rumah, Laila langsung masuk ke kamarnya sembari membawa kucing yang baru ia beli. Kucing itu dinamakan Lala. Keesokannya, Laila dan Ibunya sedang membeli makanan, vitamin, kandang dan keperluan untuk Lala.
Ketika sudah pulang dari Pet shop, Laila langsung memberi makan Lala. Setelah memberi makan, Laila pergi ke taman rumahnya untuk bermain bersama Lala. Laila dan Lala menaiki ayunan dan memetik buah. Laila sedang menulis diary, sedangkan Lala sedang mengejar kupu-kupu. Ketika kupu-kupu yang dikejar Lala telah pergi, Lala duduk kembali di ayunan. Tiba-tiba, Lala pergi ke gerbang. Karena gerbang tidak ditutup, Lala bisa keluar dari rumah dengan mudah.
Laila yang dari tadi melamun langsung melirik ke tempat yang diduduki Lala. Lala menghilang!. Laila panik. Ia takut Lala kenapa-kenapa. Laila pun langsung pergi ke arah gerbang. Ketika Laila melihat ke arah gerbang rumahnya, gerbang itu terbuka. Laila semakin panik. Ia menjitak kepalanya sendiri. Lalu menjenggut rambutnya. Ketika Laila baru akan berlari menyusul Lala, Laila tiba-tiba...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kira-kira apa yang terjadi ? Apakah Lala akan diculik oleh orang lain ? Apakah Laila terjatuh ? Tunggu part selanjutnya!
Komentar
Posting Komentar