-PART 4-
"Laila, itu Lili... Lili hamil! Tadi ketika Ibu baru sampai di rumah, Ibu ingin membuat teh. Ibu pun pergi ke dapur. Sesampainya di dapur, Ibu lihat perut Lili menjadi besar... Cepetan gih... Lihat Lili!" ujar Ibunya Laila.
"Apa?!?!" ujar Laila. Spontan dia langsung berlari mendekati Lili. Ketika Laila medekat dan melihat perut Lili, Laila langsung berteriak "LILI!!!". Lili kaget dan berlari ke belakang pintu.
"Lili, ini aku Laila... Biasa aja kali Li, kamu tuh kaget banget ya??? Wajah kamu jadi berubah drastis... Tapi tetep lucu kok!" ujar Laila
"me-meoww..." ujar Lili dengan wajah ketakutan.
Melihat Lili yang seperti itu, Laila mendekati Lili dan memangkunya. Setelah dipangku, Lili kembali tenang. "Dasar kucing! Mentang-mentang perut gede malah manja... " ucap Laila sebal.
"Lili! kamu ih jadi gendut... berat lagi, ngapain ya aku mangku Lili??? Tapi biarin ah... Lili kan kucing aku jadi gak usah kesel... Kalo kucing garong mah ku aku udah dipukul dan diusir..." ujar Laila lagi.
Itulah Laila. Moodnya selalu berubah-ubah. Laila itu terlihat seperti orang yg calm dan pendiam. Tapi kenyataannya, Laila itu cerewet dan sangat aktif. Laila tidak bisa diam kecuali ketika ia merasa sedih atau kesal.
***
3 bulan kemudian, Lili sudah melahirkan. Lili memiliki 5 anak. Warna kelimanya berbeda-beda. Anak pertama bernama Tulip, warnanya putih salju. Anak kedua bernama Aster, warnanya hitam gelap.
Lalu 3 anak kucing sisanya adalah kembaran yaitu : Anak pertama dari kembar 3 adalah Nana, warnanya belang hitam putih. Anak kedua dari kembar 3 adalah Lita, warnanya belang putih abu. Anak terakhir dari kembar 3 adalah Letta, warnanya crem /coklat muda.
Laila sangat senang dan menyayangi ke-5 anak kucing nya dan Lili. Laila tidak ingin kejadian yang dulu terulang, maka Laila memberi kalung pada setiap kucingnya. Kalung itu dilengkapi bel. Kalung itu akan berbunyi bila pemakainya sedang bergerak.
***
Keesokannya, persediaan makanan dan vitamin sudah habis. Laila meminta ibunya untuk membeli makanan dan vitamin di Pet Shop untuk kucing-kucingnya. Ibunya pun setuju dan bersiap-siap.
Ketika Ibunya Laila akan melangkahkan kaki ke luar rumah, Laila mencium punggung tangan Ibunya dan mengucapkan salam. Ibunya pun tersenyum dan membalas salam dari Laila.
Ibunya Laila pun menaiki mobil berwarna putih dan mobil pun berjalan meninggalkan rumah. Karena ibunya sangat lama, Laila memutuskan untuk merenung mengingat ayahanda nya.
Ayahnya Laila adalah seorang pengusaha sukses, ia sering keluar kota karena ada tugas yang harus dikerjakannya.
Dulu, Ayahnya Laila pulang ke rumah 1 bulan 1 kali. Namun karena tugasnya yang bertambah banyak, sekarang Ayahnya Laila pulang 1 tahun 2 kali. Yaitu ketika Idul Fitri dan Tahun baru.
Ayahnya Laila hanya seminggu ada di rumah, setelah itu pergi kerja lagi. Maka bisa dihitung bila Ayahnya Laila hanya 2 minggu di rumah dalam 1 tahun. Laila sangat merindukan ayahnya.
"Ayah, mengapa Ayah tidak suka kesini bila aku ulang tahun??? Aku kesepian Ayah... Aku suka iri ketika melihat teman-temanku yang bercanda-ria bersama ayah mereka. Kenapa Ayah harus pergi? Aku tempe eh... tahu bila Ayah bekerja untuk mencari nafkah. Tapi kenapa kita hanya bertemu sesekali? Siapa nanti yang menjaga Ayah ketika Ayah sedang sakit?... Ayah... aku rindu... Pulanglah Ayah agar ayah bisa melihatku, melihat Ibu, dan melihat kucing-kucingku..." ujar Laila. Setelah mengucapkan itu, Laila tertidur.
"Laila sayang, bangun nak... Ibu sudah sampai..." ujar Ibunya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Namun Laila tak kunjung bangun. 'Laila Laila. Masih tidur juga ternyata???' batin Ibunya Laila.
Tiba-tiba... Cling! Ada lampu yang menyala di atas kelapa eh... kepala Ibunya Laila. Ibunya Laila mempunyai sebuah rencana yang dapat membangunkan Laila. Kira-kira apa ya? Kita lihat saja nanti karena Ibunya Laila akan beraksi.
"Laila!!! Gawat, anak-anak Lili hilang! Yang tersisa hanya Lili, Aster dan Letta... Aduh Laila!!! Caariin dong... Cepetan!" ujar Ibunya Laila setengah berteriak.
Setelah itu Laila langsung terbangun. "WAAAAAAAAA?!?!?!?!?!?!?... Tulip, Nana, dan Lita!!!! Jangan tinggalin aku...!" ujar Laila.
Ibunya Laila yang melihat itu langsung tertawa. Laila yang tadinya panik berubah menjadi cemberut. "Ah Ibu... Bikin BeTe aja... huh!".
Ibunya pun meminta maaf dan menjelaskan mengapa ia melakukan cara itu agar laila terbangun.
Laila pun merasa bersalah dan meminta maaf kepada Ibunya. Ibunya pun memaafkan dan mereka pun berpelukan.
***
Hari ini adalah hari Minggu. Laila merasa bosan. Ia pun mengajak ke-6 kucingnya jalan-jalan. Tak lupa ia kenakan tali yang menyangkut di kalung kucing-kucingnya.
Ketika sudah sampai, Laila dan kucing-kucingnya jogging. Ketika jogging, Laila dan kucing-kucingnya menjadi sorotan orang-orang.
Laila pun hanya tersenyum kepada orang-orang yang sedang melihatnya. Karena sudah lelah dan capek, Laila dan kucing-kucingnya berjalan ke arah rumah Laila untuk pulang.
Ketika tinggal beberapa langkah lagi, ada kucing liar yang lewat. Kucing liar tersebut...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kucing liar itu ngapain ya ? Apakah akan ada yang mati lagi karena kucing liar itu ?
Temukan jawabannya di part selanjutnya !!!...
Komentar
Posting Komentar