-PART 5-
Kucing liar tersebut melirik Laila dan kucing-kucingnya lalu menyeringai jahat. Kucing-kucing Laila ketakutan dan bersembunyi dibelakang tubuh Laila. Keringat dingin mulai membasahi kerudung berwarna ungu milik Laila.
Laila sendiri ketakutan melihat kucing liar yang sedang menyeringai jahat. Laila takut bila ada kucing-kucingnya ada yang diambil atau dimakan oleh kucing liar tersebut. Ketika kucing liar berjalan tiga langkah, refleks Laila berlari bersama kucing-kucingnya.
Laila berlari sembari kadang-kadang menoleh kebelakang. Dibelakang, kucing liar tadi sedang mengejar Laila. Laila dan kucing-kucingnya berlari ke rumahnya lalu menutup gerbang rumahnya.
Setelah itu Laila memasukan kucing-kucingnya ke dalam kandang yang ada di sudut Taman. Setelah itu, Laila masuk ke dalam rumah sambil berlari. Ibunya Laila yang melihat hanya memperhatikan Laila dari jauh.
"Laila, kenapa sih lari-lari didalam rumah??? Kayak yang dikejar setan aja kamu... Coba cerita sama Ibu !" ujar Ibu Laila.
Laila pun menjawab "Maaf ya bu... Aku bukannya dikejar setan bu, tapi dikejar vampire bu..."
"Yeee... Kamu ini, masa ada vampire ??? Yang ada itu cuman setan, jin, malaikat, dan Tuhan kita yaitu Allah swt. Gimana kamu ini ???" balas Ibu Laila
"Hehe... Aku cuman bercanda kok bu... Ini nih bu, tadi pas anak Ibu yang cantik jelita bernama Laila beres CFD, kan Laila capek tuh jadi Laila and the kucing-kucingnya pulang ke rumah. Nah, pas perjalanan pulang Laila sama kucing-kucingnya tiba-tiba ketemu catgarong alias kucing liar." ucap Laila.
"Karena kucing liar itu senyum jahat, refleks Laila sama kucing-kucingnya pada lari. Langsung aja Laila masukin kucing-kucingnya ke dalam kandang. Karena mengira kalo kucing liar itu masih ngikutin, Laila masih lari... Begitulah bu ceritannya..." sambung Laila lagi.
"Oooh... Kucing-kucing kamu pada selamat kan ??? Gak ada yang mati kan ??? kan kan kan ???" tanya Ibu Laila.
"..."
"Laila ?" tanya Ibu Laila lagi.
"..."
Tidak ada respon sama sekali dari Laila.
Lalu tiba-tiba terdengar bunyi yang sangat khas ketika orang-orang sedang tidur.
"Zzz... Zzzz..."
Ternyata Laila tertidur. Ibu Laila geleng-geleng kepala sembari menundukan kepala. Ibu Laila memiliki sebuah rencana. Apakah rencananya ?.
Ibu Laila menyetel lagu 'aku belum mandi' di HP-nya lalu memutar lagu tersebut tepat disamping telinga Laila.
Ketika mendengar kata 'aku belum mandi', Laila langsung berkata "Aku mah udah mandi kali... Gausah dibilangin lagi tauuu..."
Seketika Laila langsung bangun.
"Dasar sleeping beauty... Ibu lagi ngomong malah gak didengerin... Ternyata tidur, Hadeuh hadeuh Laila..." ucap Ibu Laila.
Laila yang mendengar itu hanya tersenyum.
***
Laila mengusap air matanya dengan kerudung pashmina hitam yang ia gunakan. Hari ini Laila, Ibu Laila, dan pembantu-pembantu Laila sedang berada di Taman. Laila, Ibunya, dan pembantu-pembantunya sedang berdo'a untuk yang sudah dimakamkan.
"Nona Laila, sudah jangan sedih non. Nanti Lita ikut sedih lho Non... Udah non... Kan non Laila masih punya banyak kucing..." ujar salah satu pembantu Laila.
Ya... Lita lah kucing Laila yang meninggal. Lita meninggal karena berkelahi dengan kucing liar yang dulu membuat Lala meninggal. Lita meninggal ketika matanya yang sebelah kanan dicakar sampai berdarah.
Lita tidak putus asa walau matanya terus mengalirkan darah. Laila yang menyaksikan kejadian itu menangis dan tidak bergerak sedikitpun. Sampai Ibu Laila datang, Ibu Laila mengusir kucing liar dengan melemparkan sepatunya ke tubuh kucing tersebut.
Saat itu Lita, Nana, dan Letta sedang makan di depan pintu rumah. Ketika kucing liar melewat, kucing liar tersebut melirik Nana, Lita dan Letta.
Karena sama-sama sedang lapar, kucing liar itu masuk ke rumah Laila melewati gerbang. Gerbang tersebut terbuka lebar. Kucing liar itu pun langsung merebut makanan kucing yang ada didepannya.
Kucing tersebut adalah Nana. Nana hanya pasrah dan langsung mendekati Lita. Nana mengeong-ngeong. Lita langsung membiarkan Nana memakan jatah makanan miliknya.
Karena Lita kesal dengan perilaku kucing liar, Lita mendorong kucing liar tersebut sampai jatuh. Kucing liar itu merasa diganggu. Kucing liar itu pun menggigit kaki Lita.
Nana dan Letta yang melihat kejadian tersebut refleks berlari ke belakang pohon yang ada didekat taman. Nana dan Letta hanya bisa diam sembari ketakutan.
Lita merasakan sakit di kakinya. Kakinya mengeluarkan darah, namun Lita tidak putus asa. Lita menggigit balik kaki sang kucing liar hingga kucing liar tersebut jatuh tersungkur. Karena amarah sang kucing liar sudah mencapai batas, kucing liar itu mencakar mata sebelah kiri Lita.
Perkelahian terus terjadi. Sampai Laila datang pun perkelahian antara Lita dan kucing liar masih terjadi. Laila yang tadinya sedang membawakan minum untuk kucing-kucingnya malah menjatuhkan tempat minum kucing-kucingnya.
Laila menangis. Ia tak kuat melihat Lita yang sudah babak belur. Laila menutup mata sembari menangis. Ibu Laila yang mendengar tangisan langsung melesat ke arah tangisan tersebut. Ibu Laila kaget saat melihat suasana tidak nyaman didekatnnya.
Ibu Laila melihat Laila yang sedang menangis dan Lita yang sedang berkelahi. Ibu Laila pun langsung melempar sepatunya yang ada di rak. Sepatu tersebut lumayan keras bahannya tapi enak untuk dipakai. Lemparan Ibu Laila tepat sasaran mengenai kepala sang kucing liar.
Kucing liar itu pun berlari menjauhi rumah Laila. Setelah kucing liar pergi, Lita menghembuskan napas terakhirnya dipangkuan Ibu Laila. Laila terdiam. Ketika Laila bertanya kepada Ibunya apakah Lita masih hidup, Laila kembali menangis.
Setelah itu, Ibu Laila menyuruh pembantunya untuk membersihkan tubuh Lita. Ibu Laila berencana akan mengubur jasad Lita besok di sudut Taman. Laila setuju-setuju saja. Ia sangat sayang kepada Lita karena Lita adalah kucing Laila yang pemberani.
Setelah pemakaman jasad Lita, Laila pergi ke kamarnya Lalu tertidur.
***
Laila sedang menatap lantai rumah sakit yang putih bersih. Ya... Sekarang Laila berada di Rumah Sakit Hewan. Nana dan Letta mengidap penyakit. Entah apa namanya, Penyakit itu bisa membuat Nana dan Letta mati. Karena itu, Laila sedang mengecek keadaan Nana dan Letta yang dari tadi sangat kritis.
'Cklek' Suara pintu terbuka.
"Bagaimana keadaan kucing-kucing saya dok ??? Apakah mereka selamat ?" tanya Laila.
Dokter itu menjawab "Sebelumnya maaf Nona Laila, sebenarnya kucing-ucing nona yang bernama Nana dan Letta sudah meninggal. Ketika saya sedang mencari kuman-kuman yang menyebabkan Nana dan Letta sakit, Nana dan Letta sudah menghembuskan napas terakhirnya. Ketika saya cari lagi, ternyata kuman-kuman tersebut sudah mencemari jantung Nana dan Letta..."
Laila terkesiap. Ia hanya menangis sebentar lalu kembali seperti biasa lagi. Laila sudah mengikhlaskan kepergian Nana dan Letta karena dulu juga ia sudah kehilangan Lala dan Lita.
'Biarlah saja Nana dan Letta pergi... Mereka pasti bisa bertemu Lala dan Lita juga di alam sana... Untuk apa aku bersedih ??? Aku kan masih punya Lili, Tulip dan Aster. Toh aku masih bisa memiliki anak kucing lagi bila Lili, Tulip, dan Aster melahirkan... Tapi tetap saja ya aku merindukan Nana dan Letta yang selalu berdua kemana-mana...' batin Laila
Laila pun melangkahkan kakinya menuju mobil Ibunya. Setelah masuk mobil, Ibu Laila pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang untuk menuju rumah mereka.
Sebelum pulang kerumah, Laila dan Ibunya makan sore di salah satu restotan favorite mereka yang sangat terkenal. Setelah makanan habis, Laila dan Ibu Laila pulang kerumah dengan perut yang sudah kenyang.
***
"Laila cepet turun ! Tuh Lili udah mau lahiran... Ayo kita bawa Lili ke Rumah Sakit Hewan nak... Tulip dan Aster tunggu di rumah aja" ujar Ibu Laila sembari setengah berteriak.
"Siap bu..." jawab Laila.
Tak butuh waktu lama, Laila sudah siap dengan kerudung 'aisyah' nya yang berwarna abu-abu.
15 menit telah berlalu Laila, Lili dan Ibu Laila sudah sampai di Rumah Sakit Hewan atau RSH. Dengan cepat secepat The Flash, Ibu Laila membawa Lili ke dalam rumah sakit.
30 menit berlalu, anak Lili sudah lahir. Anak kucing tersebut ada 3 dan tiga-tiganya mirip sekali dengan Nana, Lita dan Letta. Laila pun menamakan mereka dengan nama Nana, Lita dan Letta. Keesokannya, anak Lili boleh dibawa pulang. Laila sangat bahagia karena mendapat pengganti Nana, Lita dan Letta yang dulu telah meninggal.
3 hari berlalu, kucing liar yang dulu membuat Lala dan Lita ( yang sudah meninggal ) meninggal kembali hadir dan masuk ke dalam rumah Laila. Kucing tersebut memakan Nana, Lita dan Letta yang baru lahir.
Laila meninggalkan 3 anak kucingnya yang sedang kelaparan. Laila pergi ke dapur lalu membawa makanan serta vitamin untuk anak kucing. Ketika Laila kembali, Nana dan Lita yang baru lahir sudah tidak terlihat. Yang terlihat hanya kucing liar yang sedang memakan seekor anak kucing.
Ketika Laila melihat lebih jelas lagi, ternyata anak kucing yang sedang dimakan oleh kucing liar adalah Letta yang baru lahir. Laila langsung membawa sendal yang sedang ia pakai lalu melemparnya kepada kucing liar yang sedang memakan Letta.
Karena terkena pukulan, kucing liar itu berlari dengan Letta yang sudah berada di dalam perutnya.
Laila hanya bisa pasrah. Ia pun pergi ke kamarnya.
Semenjak saat itu, Lili kembali melahirkan 3 anak kucing. Kemudian ketiga nak kucing tersebut dimakan kucing liar yang dulu membuat kucing-kucing Laila meninggal.
Kemudian Lili melahirkan 3 anak kucing lagi untuk yang kelima kalinya. Tapi ketiga anak kucing tersebut lagi-lagi dimakan oleh kucing liar yang dulu membuat kucing-kucing Laila meninggal.
Kucing Laila tinggal satu yaitu Tulip, karena Aster...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aster kenapa ya ? Apakah Aster berkelahi dengan kucing liar seperti yang dilakukan Lita ?
Temukan jawabannya di pert selanjutnya...
Komentar
Posting Komentar