Laila and Cats ( part 7 )

-PART 7-



Tinit!!!
.
.
.




Brak!!!


























Ketika mendengar suara itu, Ibu Laila dan Laila langsung menoleh ke arah kanan mereka.
Ternyata itu adalah suara mobil yang menabrak seorang pengendara motor. Setelah kejadian tabrakan tersebut, banyak orang yang sedang mengendarai kendaraannya keluar demi melihat sang korban kecelakaan.
Laila dan Ibunya pun termasuk. Laila dan Ibunya memarkirkan mobil mereka disamping toko alfamart.
"Bu, ayo cepetan kita lihat korbannya!!!" ujar Laila.
"Iya nak, ayo keluar! Kamu tungguin Ibu dulu ya... Ibu mau mengunci mobil dulu, takutnya ada yang nyopet" jawab Ibu Laila.
"Iya tapi cepet ya bu..."
"Iya nak"
Setelah mengunci mobil, Ibu Laila menggenggam tangan Laila dan berjalan mendekati korban kecelakaan.
"Wah kasihan ya"
"Kamu harus hati-hati ya bila mengendarai motor, nanti malah kaya gini deh..."
"Nurut dong sama ibu. Jangan dulu beli motor sebelum kamu sudah sangat ahli. Kamu mau kaya gini ???"
"Duh, si penabrak motornya mana nih???"
"Ck ck ck ck! Bener-bener gak bertanggung jawab si penabrak"
"Ish ish ish ish"
Kira-kira begitulah apa yang diucapkan oleh orang-orang.
Orang yang menabrak malah kabur dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedikit tinggi.
Namun si penabrak tidak bisa lolos karena masih ada yang mengejar dia dengan mobil yang kecepatannya melebihi mobil si Penabrak.
"Woi kamu! Bukannya tanggung jawab sama korban yang ditabrak kamu, malah kabur gak jelas! Dasar! Jadi laki-laki penakut banget. CEMEN!!! Maen kabur gitu aja... Cepet tanggung jawab!" ujar orang yang mengejar sang penabrak.
Wiuww wiuww wiuwww wiuwww!
Suara ambulance yang datang untuk membawa sang korban.
Sedangkan sang penabrak sedang dibawa polisi untuk dibawa ke kantor polisi.
Laila sempat melihat plat nomor sang korban. Laila terkesiap kaget.
"Kak Aldi???" sebut Laila.
"Ibu dengar, tadi kamu nyebut nama Kak Aldi... Memangnya Kak Aldi kenapa Laila ? Apa ada hubungannya dengan korban kecelakaan ?" tanya Ibunya.
"Eh Eng...-it-itu bu, Laila tadi liat plat nomor motornya si korban. Pas Laila lihat, plat nomornya sama dengan plat nomornya Kak Aldi!!!" jawab Laila.
Ibu Laila terkesiap.
"Jadi korbannya Kak Aldi ?" tanya Ibu Laila.
"Laila juga gak tau bener atau enggak. Kita lihat korbannya aja dulu bu. Ayo kita susul ke rumah sakit" jawab Laila.
"Ya udah deh, ayo kita ke rumah sakit" ujar Ibu Laila.
Brumm brummm!
Suara mobil Laila yang mesinnya baru dinyalakan oleh Ibu Laila.
"Ayo kita berangkat"
Mobil pun melaju menyusul ambulance yang sedang membawa korban kecelakaan ke rumah sakit.
***
"Dok, bolehkah saya melihat wajah korban kecelakaan tadi ? Sepertinya itu adalah kenalan saya" tanya Ibu Laila kepada Dokter.
"Tunggu sebentar ya bu, sedang dilakukan pemeriksaan terhadap korban" jawab Dokter.
"Ya sudah Dok" ujar Ibu Laila pasrah.
Laila yang berada di sisi kanan Ibunya hanya bisa diam menatap lantai putih rumah sakit.
'Mau kak Aldi ataupun bukan, semoga orang yang kecelakaan tadi cepat sembuh... ' batin Laila.
"Laila, sekarang sudah maghrib. Kita sholat berjamaah dulu yuk di masjid sebelah rumah sakit ini" ajak Ibu Laila.
"Oke bu" jawab Laila singkat.
Mereka pun pergi berjalan menuju masjid.
***


"Jadi Apakah saya sudah bisa menjenguk korban kecelakaan dok? Oh iya, bagaimana keadaan korban dok ?" tanya Ibu Laila setelah beres shalat maghrib.
"Silahkan bu, Tapi waktu menjenguknya hanya sedikit. Keadaan korban tidak terlalu parah. Hanya tulang tangan kirinya saja yang patah..." jawab Dokter.
Laila dan Ibunya hanya menganggukan kepala mereka.
Lalu mereka masuk ke ruang tempat sang korban diletakkan.
"Jadi emang bener korbannya ini kak Aldi ?" tanya Ibu Laila.
"Iya bu bener" jawab Laila.
Tiba-tiba, orang yang disebut kak Aldi pun membuka matanya perlahan.
'Hngghhhh'
"Dimana aku ? Motorku kemana ?" tanya orang yang disebut kak Aldi.
"Aldi, akhirnya kamu sadar juga. Tadi kamu ditabrak sama orang yang enggak dikenal. Tenang aja motor kamu lagi ada di kantor polisi soalnya lagi dipake buat barang bukti kecelakaan tadi. Nanti tante bawa motor kamu ke rumah kamu ya..." jawab Ibu Laila Kepada kak Aldi.
"Eh tante. Makasih ya tan" ujar kak Aldi.
"Aku gak diajak ngobrol nih ceritanya ???" tanya Laila sambik memanyunkan bibirnya.
"Eh ada sepupu kakak disini. Maaf ya. Laila ternyata udah tambah gede aja nih, tingginya mau nyusul kakak" jawab Aldi Kepada Laila.
"Iya aku maafin. Iya dong aku tambah gede. Masa iya aku malah jadi makin kecil???. Kakak gak kenapa-kenapa kan ???" ujar Laila.
"Iya. Kakak gak kenapa-kenapa" jawab Aldi.
Laila pun tersenyum.
Aldi adalah sepupunya Laila. Ibu Laila adalah adiknya Ibu Aldi. Karena Laila dan Aldi anak tunggal, maka Ibu Laila menganggap Aldi anaknya yang pertama.
Ibu Aldi juga menganggap Laila sebagai anak keduanya.
Jadi kesimpulannya, Aldi dan Laila sudah seperti adik kakak.
***
1 bulan kemudian.
Aldi sekarang tangan kirinya sudah sembuh dari patah tulang.
Dan sekarang, keluarga Aldi sedang mengunjungi rumah Laila. Rencananya, keluarga Aldi akan menginap di rumah Laila selama 1 minggu 3 hari.
"Kak Laila, kakak punya kucing ya ?" tanya Chila.
"Iya chil, kamu pengen lihat ?" tanya Laila balik.
"Mau kak" jawab Chila.
"Ayo, ikut kakak ke taman" ajak Laila.
"Oke kak" jawab Chila.
Mereka berdua pun sampai di taman.
"Wiii, lucu banget kak kucing-kucingnya... Namanya siapa kak ?" tanya Chila.
"Namanya Lili sama Tulip Chil" jawab Laila.
Chila hanya ber-oh ria.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Chila.
"Heh kamu! Kakak cariin daritadi malah ada disini... Kan kakak suruh kamu tungguin" ujar orang itu.
"Habis kakak daritadi lama banget di kamar mandi. Jadi kan aku bosen deh. Udah gitu aku nyamperin kak Laila deh..." ujar Chila.
"Oh gitu... Maaf deh ya..." tanya orang itu.
"Iya aku maafin" jawab Chila.
"Eh Laila, kucing kamu namanya Siapa ?" tanya orang itu.
"Namanya Lili sama Tulip kak Aldi" jawab Laila.
"Oh"
Ya. Orang yang menepuk pundak Chila adalah Aldi. Dan Chila adalah adiknya Aldi.
"Bosen banget niii... Main yuk sama kucingnya kak Laila" ujar Chila.
"Ayo chil, kakak keluarin dulu ya Lilinya... Kalo main sama Tulip, kasian dia lagi tidur" jawab Laila.







~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kira-kira kelanjutannya Apa ya ??? 
Tunggu di Part selanjutnya ya !!!

Komentar